Sabtu, Januari 10, 2009
Sahabat Kedondong ke Gunung Bromo!
Pada suatu pagi...
(Kamis, 1 Januari 2009)
Qre datang ke kosku dan berkata, “Ayo siap-siap. Malam ini kita ke Bromo”
Dan begitulah jadinya.
Yeah, alumnus planologi (ilmu ttg perencanaan?) memang tidak perlu rencana untuk melakukan suatu hal. Karena kalo direncanakan ujung-ujungnya malah gak jadi. Ya toh?
Bahkan acara ke Bromo kali ini juga diikuti oleh Sahabat Kedondong yang lain. Ada Mel, Jak, dan Tom. Semuanya bersiap dadakan. Total jenderal, kami berlima berangkat jam 22:00 dari Malang dengan mobil carteran.
Kami sampai di kawasan parkir Bromo sekitar pukul 01.30 dini hari. Setelah acara foto-foto selamat datang dan beli-beli kupluk (tutup kepala), para Sahabat Kedondong mampir ke warung yang ada deket situ. Rencananya baru sekitar pukul 03:00 pagi nanti kami akan memulai perjalanan ke puncak Bromo-nya. Jadi ya, menghangatkan diri dulu laah...
Nah, daripada nganggur, mendingan kita tanya-tanya ke Sahabat Kedondong apa sih motivasinya ikutan naik ke Bromo kali ini?
1. Mel : “menikmati Mie Bromo yang kelezatannya tiada duanya di dunia ini!” (aslinya sih cuman mie instant biasa)

2. Jak: “Ana datang ke Jabaal Bromo ini untuk meningkatkan ilmu nuzum Ana....wesuesuesuesues...” (baca mantra)

3. Bud: “Menebarkan pesona, tentu saja....” (di gunung?????)

4. Tom: “Sebenarnya saya kemari untuk mencari penghasilan tambahan......”

Penghasilan tambahan? Maksudnya apa Tom???

5. Qre: “Kalo aku ke sini mau.......”

Mau apa???
OK, kelar menanyakan hal yang sia-sia ke Sahabat Kedondong, tidak terasa waktu sudah hampir pukul 03:00. Berarti, kami harus siap-siap naik ke puncak. Setelah acara pipis-pipis bayar Rp 2000, maka dimulailah perjalanan penuh tantangan ini....
Kondisi cuaca pada saat itu sangat tidak bersahabat. Udara sangat dingin dan kemungkinan akan turun salju. Karena kondisi sangat gelap, kami memutuskan untuk berjalan satu-per satu. Yang di belakang memegang tas/jaket/bokong kawan yang di depannya. Mirip kawanan gajah di Afrika sana...
Yang bikin be-te adalah...dini hari itu ternyata kami satu-satunya kelompok pejalan kaki! Kelompok-kelompok yang lain memilih memakai angkutan Hardtop/Jeep. Heiiiii!!!! Di mana jiwa petualang kalian????
Dan... ternyata salju benar-benar turun...


Udara jadi d i n g i n b a n g e t .
Baju hangat (seadanya) yang kami kenakan jadi basah. Dan parahnya lagi, di antara kami tidak ada yang benar-benar tahu jalan menuju Puncak Bromo.
Dengan kondisi gelap gulita dan dingin seperti saat itu, tidak ada pilihan lain bagi kami untuk berhenti dan menunggu kelompok lain.
Setelah beberapa menit menunggu, ternyata ada kelompok petualang lain yang datang. Tapi harapan tinggal harapan. Kelompok baru tadi ternyata wisatawan dari Jakarta yang tentu saja lebih tidak tahu lagi arah menuju puncak Bromo.... Pada saat-saat seperti ini, rasanya pengen balik ke Gramedia dan membeli PETA BROMO berapapun harganya...
Akhirnya diputuskan untuk menghentikan salah satu Hardtop dengan taruhan nyawa (menghadang di tengah jalan). Dan Pak Sopir pun menunjukkan arah yang harus kami tempuh. Perjalanan pun dilanjutkan. Ternyata sebenarnya jalan menuju puncak Bromo bisa ditempuh dengan mengikuti petunjuk batu-batu seukuran kepala yang disusun lurus menuju jalur ke puncak. Mungkin memang disusun untuk petunjuk arah bagi petualang gadungan seperti kami. Nah, ini tambahan ilmu yang tidak kami peroleh di bangku kuliah dulu.
Jadi pesan moralnya: Jika Anda tersesat, tidak perlu bertanya siapa-siapa. Ikutin aja BATU!
Akhirnya kami sampai di kaki tangga menuju puncak Bromo (pos 2 ?). Waktu itu mungkin sudah subuh. Yang jadi masalah adalah ternyata awan belerangnya cukup tebal, sehingga kami tidak langsung naik. Awan belerang membuat nafas kami sesak. Bau banget. 1000x bau kentutku (estimasi ngawur). Pasti batuk-batuk. Kami putuskan untuk menunggu terang, baru nanti didiskusikan lagi langkah selanjutnya.

fotonya gak fokus, soalnya yg moto kedinginan.
coba perhatikan juga awan belerang yang menutupi bromo
Hari semakin terang, tapi udara tetap dingin dan awan belerang tetap datang bertubi-tubi. Bersama kami sudah banyak wisatawan lain yang bertahan di bawah tangga untuk melihat situasi. Ada juga sih wisatawan yang tetap naik walaupun awan belerangnya tebal banget. Kayaknya mereka jenis manusia yang bernafasnya enggak pake paru-paru. Mungkin pake insang.
Kami pun memilih tempat istirahat di sebuah lekukan tanah yang terbentuk akibat erosi. Lumayan enggak terlalu dingin.
Kami lalu mengeluarkan logistik untuk sekedar mengisi perut dan menghangatkan badan.
Qre mengeluarkan kompor gas portable dan mulai memasak air.
Dan u know....kompor itu meledak!
Kejadian selanjutnya (terjadi hampir bersamaan):
Hahaha, boong ding. Aku cuman teriak aja. Enggak kuatlah aku mbopong Mel.
*ditinju Mel*
Memang, pada saat-saat genting, kita bisa tahu sifat asli dari teman-teman kita....
*menoleh ke Sahabat Kedondong*, hahaha........
Tapi yang aku salut (dan heran) adalah banyak wisatawan yang juga membawa anak-anak kecil. Dan mereka (termasuk anak-anak kecilnya) tidak menyerah dan mencoba bertahan dengan kondisi ini. Bahkan akhirnya mereka juga bisa mencapai puncak. Luar biasa...
Oia, yang aku lebih heran lagi, kenapa kuda-kuda yang ada di sana enggak ikutan batuk-batuk?
Hmm....misteri alam yg susah untuk dipecahkan ......
Semakin siang, tentu saja pemandangan jadi makin terang. Awan belerang pun sudah mulai menipis. Pasti aja karena sudah kebanyakan dihisap oleh wisatawan (?).
Akhirnya kami memutuskan untuk naik. Tapi sebelum itu, harus foto-foto dulu. Jak pun meminta tolong kepada salah seorang wisatawan lain:
Jak: “Mbak bisa minta tolong foto-in, nggak?”
Si Mbak: “Uh?”
Kami: “?”
Si Mbak: “Ooo...take a picture?”
Astaga....ternyata si Mbak orang Jepang. Dan jadilah kami difoto sama Mbak-mbak (manis) dari Jepang. Si Mbak yang turis asing malah kami suruh-suruh. Mudah-mudahan si Mbak enggak marah dan mengadu ke negaranya, terus negara Jepang tidak terima, terus dikirimlah tentara Jepang ke Indonesia, terus Indonesia dijajah lagi sama Jepang, terus selama 1,5 tahun kita semua menderita, terus kita proklamasi dan merdeka, terus kakekku ketemu nenekku, terus mereka jatuh cinta, terus lahirlah ayahku, terus ayahku bertemu ibuku, terus mereka menikah, terus lahir aku, terus aku kuliah di malang, terus aku ketemu sahabat kedondong, terus kami ke bromo, terus kami minta foto sama Mbak dari Jepang....lho? muter ae ternyata!
*Plak!!! Bangun!*
Nah, akhirnya kami pun menaiki tangga ke puncak Bromo dan sempat foto-foto sebentar di puncak.
Berujung sudah perjuangan melelahkan dan penuh marabahaya (lebay) menuju puncak Bromo.....
Puas menghisap udara pegunungan yangsejuk berbau belerang, akhirnya kami kembali ke kawasan Parkir.
Karena kaki Mel ngilu, dan harus dituntun untuk berjalan, kami pun menjodohkannya dengan seekor kuda (yang malang), yang harus membawa anggota tercantik dari Sahabat Kedondong ini (gak ada saingannya) sampai ke kawasan parkir. Dan dengan demikian, petualangan ke Puncak Bromo selesai sudah.
Sampai bertemu di petualangan gak jelas lainnya bersama Sahabat Kedondong.... ^_^
NB1:
Tulisan ini terutama ditujukan ke:
Sahabat Kedondong: thanks for everything
Dimus: jangan marah ya mus, kondisinya emang susah kan ngajak kamu..
Siapa saja yang dijanjikan ke Bromo tapi belum dipenuhi: Jangan khawatir, kita pasti ke Bromo...
NB2:
Sorry banget....cerita salju turun di Bromo cuma fiktif aja. Sebenarnya itu cuma kabut dan gerimis. Tapi karena di foto lebih mirip salju.... ya anggap aja salju, hehe....
Dan yang disebut sebagai awan belerang.... mungkin cuma kabut berbau belerang aja ^_^
(Kamis, 1 Januari 2009)
Qre datang ke kosku dan berkata, “Ayo siap-siap. Malam ini kita ke Bromo”
Dan begitulah jadinya.
Yeah, alumnus planologi (ilmu ttg perencanaan?) memang tidak perlu rencana untuk melakukan suatu hal. Karena kalo direncanakan ujung-ujungnya malah gak jadi. Ya toh?
Bahkan acara ke Bromo kali ini juga diikuti oleh Sahabat Kedondong yang lain. Ada Mel, Jak, dan Tom. Semuanya bersiap dadakan. Total jenderal, kami berlima berangkat jam 22:00 dari Malang dengan mobil carteran.
Kami sampai di kawasan parkir Bromo sekitar pukul 01.30 dini hari. Setelah acara foto-foto selamat datang dan beli-beli kupluk (tutup kepala), para Sahabat Kedondong mampir ke warung yang ada deket situ. Rencananya baru sekitar pukul 03:00 pagi nanti kami akan memulai perjalanan ke puncak Bromo-nya. Jadi ya, menghangatkan diri dulu laah...
Nah, daripada nganggur, mendingan kita tanya-tanya ke Sahabat Kedondong apa sih motivasinya ikutan naik ke Bromo kali ini?
1. Mel : “menikmati Mie Bromo yang kelezatannya tiada duanya di dunia ini!” (aslinya sih cuman mie instant biasa)

2. Jak: “Ana datang ke Jabaal Bromo ini untuk meningkatkan ilmu nuzum Ana....wesuesuesuesues...” (baca mantra)

3. Bud: “Menebarkan pesona, tentu saja....” (di gunung?????)

4. Tom: “Sebenarnya saya kemari untuk mencari penghasilan tambahan......”

Penghasilan tambahan? Maksudnya apa Tom???

5. Qre: “Kalo aku ke sini mau.......”

Mau apa???
OK, kelar menanyakan hal yang sia-sia ke Sahabat Kedondong, tidak terasa waktu sudah hampir pukul 03:00. Berarti, kami harus siap-siap naik ke puncak. Setelah acara pipis-pipis bayar Rp 2000, maka dimulailah perjalanan penuh tantangan ini....
Kondisi cuaca pada saat itu sangat tidak bersahabat. Udara sangat dingin dan kemungkinan akan turun salju. Karena kondisi sangat gelap, kami memutuskan untuk berjalan satu-per satu. Yang di belakang memegang tas/jaket/
Yang bikin be-te adalah...dini hari itu ternyata kami satu-satunya kelompok pejalan kaki! Kelompok-kelompok yang lain memilih memakai angkutan Hardtop/Jeep. Heiiiii!!!! Di mana jiwa petualang kalian????
Dan... ternyata salju benar-benar turun...


Udara jadi d i n g i n b a n g e t .
Baju hangat (seadanya) yang kami kenakan jadi basah. Dan parahnya lagi, di antara kami tidak ada yang benar-benar tahu jalan menuju Puncak Bromo.
Dengan kondisi gelap gulita dan dingin seperti saat itu, tidak ada pilihan lain bagi kami untuk berhenti dan menunggu kelompok lain.
Setelah beberapa menit menunggu, ternyata ada kelompok petualang lain yang datang. Tapi harapan tinggal harapan. Kelompok baru tadi ternyata wisatawan dari Jakarta yang tentu saja lebih tidak tahu lagi arah menuju puncak Bromo.... Pada saat-saat seperti ini, rasanya pengen balik ke Gramedia dan membeli PETA BROMO berapapun harganya...
Akhirnya diputuskan untuk menghentikan salah satu Hardtop dengan taruhan nyawa (menghadang di tengah jalan). Dan Pak Sopir pun menunjukkan arah yang harus kami tempuh. Perjalanan pun dilanjutkan. Ternyata sebenarnya jalan menuju puncak Bromo bisa ditempuh dengan mengikuti petunjuk batu-batu seukuran kepala yang disusun lurus menuju jalur ke puncak. Mungkin memang disusun untuk petunjuk arah bagi petualang gadungan seperti kami. Nah, ini tambahan ilmu yang tidak kami peroleh di bangku kuliah dulu.
Jadi pesan moralnya: Jika Anda tersesat, tidak perlu bertanya siapa-siapa. Ikutin aja BATU!
Akhirnya kami sampai di kaki tangga menuju puncak Bromo (pos 2 ?). Waktu itu mungkin sudah subuh. Yang jadi masalah adalah ternyata awan belerangnya cukup tebal, sehingga kami tidak langsung naik. Awan belerang membuat nafas kami sesak. Bau banget. 1000x bau kentutku (estimasi ngawur). Pasti batuk-batuk. Kami putuskan untuk menunggu terang, baru nanti didiskusikan lagi langkah selanjutnya.

fotonya gak fokus, soalnya yg moto kedinginan.coba perhatikan juga awan belerang yang menutupi bromo
Hari semakin terang, tapi udara tetap dingin dan awan belerang tetap datang bertubi-tubi. Bersama kami sudah banyak wisatawan lain yang bertahan di bawah tangga untuk melihat situasi. Ada juga sih wisatawan yang tetap naik walaupun awan belerangnya tebal banget. Kayaknya mereka jenis manusia yang bernafasnya enggak pake paru-paru. Mungkin pake insang.
Kami pun memilih tempat istirahat di sebuah lekukan tanah yang terbentuk akibat erosi. Lumayan enggak terlalu dingin.
Kami lalu mengeluarkan logistik untuk sekedar mengisi perut dan menghangatkan badan.
Qre mengeluarkan kompor gas portable dan mulai memasak air.
Dan u know....kompor itu meledak!
Kejadian selanjutnya (terjadi hampir bersamaan):
- Tom dengan sigapnya langsung berkata: “Padamkan!”
- Qre dengan cepatnya langsung berkata (dan berlari duluan): “Tinggalkan!”
- Jak dengan refleknya (tanpa bicara) langsung menyembunyikan kepalanya di balik tanah (sambil tetep bawa Good Time!)
- Sedangkan Mel duduk terpesona, menatap kobaran api dan enggak kemana-mana. Padahal kompor meledak itu terjadi 1 meter di depannya!
- Untung Bud dengan gentleman langsung menyelamatkan Mel dengan membopongnya!
Hahaha, boong ding. Aku cuman teriak aja. Enggak kuatlah aku mbopong Mel.
*ditinju Mel*
Memang, pada saat-saat genting, kita bisa tahu sifat asli dari teman-teman kita....
*menoleh ke Sahabat Kedondong*, hahaha........
Tapi yang aku salut (dan heran) adalah banyak wisatawan yang juga membawa anak-anak kecil. Dan mereka (termasuk anak-anak kecilnya) tidak menyerah dan mencoba bertahan dengan kondisi ini. Bahkan akhirnya mereka juga bisa mencapai puncak. Luar biasa...
Oia, yang aku lebih heran lagi, kenapa kuda-kuda yang ada di sana enggak ikutan batuk-batuk?
Hmm....misteri alam yg susah untuk dipecahkan ......
Semakin siang, tentu saja pemandangan jadi makin terang. Awan belerang pun sudah mulai menipis. Pasti aja karena sudah kebanyakan dihisap oleh wisatawan (?).
Akhirnya kami memutuskan untuk naik. Tapi sebelum itu, harus foto-foto dulu. Jak pun meminta tolong kepada salah seorang wisatawan lain:
Jak: “Mbak bisa minta tolong foto-in, nggak?”
Si Mbak: “Uh?”
Kami: “?”
Si Mbak: “Ooo...take a picture?”
Astaga....ternyata si Mbak orang Jepang. Dan jadilah kami difoto sama Mbak-mbak (manis) dari Jepang. Si Mbak yang turis asing malah kami suruh-suruh. Mudah-mudahan si Mbak enggak marah dan mengadu ke negaranya, terus negara Jepang tidak terima, terus dikirimlah tentara Jepang ke Indonesia, terus Indonesia dijajah lagi sama Jepang, terus selama 1,5 tahun kita semua menderita, terus kita proklamasi dan merdeka, terus kakekku ketemu nenekku, terus mereka jatuh cinta, terus lahirlah ayahku, terus ayahku bertemu ibuku, terus mereka menikah, terus lahir aku, terus aku kuliah di malang, terus aku ketemu sahabat kedondong, terus kami ke bromo, terus kami minta foto sama Mbak dari Jepang....lho? muter ae ternyata!
*Plak!!! Bangun!*
qre, bud, dan jak secara enggak sadar
kompak membuat simbol “V” dengan tangan. Hehe..
kompak membuat simbol “V” dengan tangan. Hehe..
Nah, akhirnya kami pun menaiki tangga ke puncak Bromo dan sempat foto-foto sebentar di puncak.
Berujung sudah perjuangan melelahkan dan penuh marabahaya (lebay) menuju puncak Bromo.....
Puas menghisap udara pegunungan yang
Karena kaki Mel ngilu, dan harus dituntun untuk berjalan, kami pun menjodohkannya dengan seekor kuda (yang malang), yang harus membawa anggota tercantik dari Sahabat Kedondong ini (gak ada saingannya) sampai ke kawasan parkir. Dan dengan demikian, petualangan ke Puncak Bromo selesai sudah.
Sampai bertemu di petualangan gak jelas lainnya bersama Sahabat Kedondong.... ^_^
NB1:
Tulisan ini terutama ditujukan ke:
Sahabat Kedondong: thanks for everything
Dimus: jangan marah ya mus, kondisinya emang susah kan ngajak kamu..
Siapa saja yang dijanjikan ke Bromo tapi belum dipenuhi: Jangan khawatir, kita pasti ke Bromo...
NB2:
Sorry banget....cerita salju turun di Bromo cuma fiktif aja. Sebenarnya itu cuma kabut dan gerimis. Tapi karena di foto lebih mirip salju.... ya anggap aja salju, hehe....
Dan yang disebut sebagai awan belerang.... mungkin cuma kabut berbau belerang aja ^_^
Label: duniaku saja
Rabu, Januari 07, 2009
Obat Percaya Diri
Sedang ketawa-ketiwi gara-gara ngupingjakarta, mendadak HP bunyi, dengan nomor penelpon Mbak Rini (mbak kandungku).
Aku: "Halo"
Mas Tommy: "Halo. Lagi di mana?"
Aku: "Eh Mas Tommy (suaminya mbak Rini).. Di Malang, Mas"
Mas Tommy: "Apa? Di gunung?"
Aku: (Gubrakk!!!) "Di Malang, Mas...."
Mas Tommy: "Oh, aku kira di gunung..."
Aku: "Ada apa Mas?"
Mas Tommy: "Ini... aku lagi bersih-bersih rumah. Terus... nemu surat2 cintamu dulu, hehe... (ketawa puas dan menang)"
Aku: (mikir sebentar) "Ohh...yang ada di atap itu ya Mas? (Anjrit! kok bisa ketahuan, ya?)"
Mas Tommy: "Hehe, ada dari si Xxx, si Yyy, si Zzz ..... (dan seterusnya)"
Aku: "Hehe....(senyum kecut, sambil sekilas mengenang masa lalu ^_^)"
Aku: "Eh, tapi jangan dibuang ya Mas"
Mas Tommy: "Lho, kenapa?"
Aku: "He...itu Obat untuk Kepercayaan Diri, hehe....."
Mas Tommy: "................." (pasti berpikir: adik iparku yang malang...)
ah, jadi pengen kembali ke 'masa-masa kejayaan dan kelarisan' itu ^_^
*cepet-cepet SMS ke Langlinglung, pesen minta bikinin mesin waktu*
Aku: "Halo"
Mas Tommy: "Halo. Lagi di mana?"
Aku: "Eh Mas Tommy (suaminya mbak Rini).. Di Malang, Mas"
Mas Tommy: "Apa? Di gunung?"
Aku: (Gubrakk!!!) "Di Malang, Mas...."
Mas Tommy: "Oh, aku kira di gunung..."
Aku: "Ada apa Mas?"
Mas Tommy: "Ini... aku lagi bersih-bersih rumah. Terus... nemu surat2 cintamu dulu, hehe... (ketawa puas dan menang)"
Aku: (mikir sebentar) "Ohh...yang ada di atap itu ya Mas? (Anjrit! kok bisa ketahuan, ya?)"
Mas Tommy: "Hehe, ada dari si Xxx, si Yyy, si Zzz ..... (dan seterusnya)"
Aku: "Hehe....(senyum kecut, sambil sekilas mengenang masa lalu ^_^)"
Aku: "Eh, tapi jangan dibuang ya Mas"
Mas Tommy: "Lho, kenapa?"
Aku: "He...itu Obat untuk Kepercayaan Diri, hehe....."
Mas Tommy: "................." (pasti berpikir: adik iparku yang malang...)
ah, jadi pengen kembali ke 'masa-masa kejayaan dan kelarisan' itu ^_^
*cepet-cepet SMS ke Langlinglung, pesen minta bikinin mesin waktu*
Label: duniaku saja
Ketawa-ketiwi Sendiri Gara-gara ngupingjakarta
Cewek: "Mas, ada situs lucu loh"
Cowok: "Alamatnya di mana?"
Cewek: "ngupingjakarta.blogspot.com"
Cowok: (ngetik di browser mozilla, trus baca sedikit) "iya...iya....lucu......lucu.....hihihi...hihihi... (dan ketawa-ketiwi sendiri terus dari sore sampe malem)
karisma komputer, dengan siswa-siswi kursus yang bingung karena ada mas-mas ganteng ketawa-ketiwi sendiri di depan monitor
Cowok: "Alamatnya di mana?"
Cewek: "ngupingjakarta.blogspot.com"
Cowok: (ngetik di browser mozilla, trus baca sedikit) "iya...iya....lucu......lucu.....hihihi...hihihi... (dan ketawa-ketiwi sendiri terus dari sore sampe malem)
karisma komputer, dengan siswa-siswi kursus yang bingung karena ada mas-mas ganteng ketawa-ketiwi sendiri di depan monitor
Label: gak penting
Selasa, Januari 06, 2009
Twitter Diserang Phising !!
Berita tentang Twitter yang diserang PHISING ini menyebar dari Yahoo! Tech.
Kabarnya, sekelompok orang tak bertanggung jawab telah sukses menipu beberapa pengguna Twitter. Mekanismenya begini:
Gimana mencegahnya?
Sebaiknya bagi kalian yang pengguna Twitter, jangan login pada halaman situs yang bukan memiliki alamat twitter.com. Atau sebagai langkah antisipasi lanjutan, lakukan reset Password Twitter Anda.
Nah, kalo aku sendiri santai aja, karena pasti enggak ada Hacker yang bisa nge-hack akun Twitter-ku.
Soalnya....... a k u e n g g a k p u n y a a k u n T w i t t e r !
Sumber tentang Twitter diserang Phising ini ada di sini dan di sini
Oia, Update untuk para fans dan secret admirers (hoek kuadrat):
Aku sudah boleh keramas, karena jahitan di kuping sudah dicabut. Dengan biaya g r a t i s karena sukses TTP ke perawat di RSSA :D . Bahkan sudah sempet jalan-jalan ke Bromo...wow...wow.... Tunggu aja liputannya yah! .. ^_^. .
Kabarnya, sekelompok orang tak bertanggung jawab telah sukses menipu beberapa pengguna Twitter. Mekanismenya begini:
- User Twitter mendapat DM (Direct Message) dari salah seorang follower-nya, yang isinya kira-kira ajakan untuk melakukan klik pada sebuah link. Misalnya: "hey! check out this funny blog about you…"
- Setelah link itu di-klik, maka user ini akan di bawa ke sebuah situs yang MIRIP halaman login situs-nya Twitter. Bahkan alamat situs ini juga agak-agak mirip Twitter.com. Misalnya: "http://twitter.access-logins.com/login"
- Kalo si User Twitter yang malang ini login di halaman itu, ya sudah deh.... username dan password si user bakal direkam oleh para hacker ini dan selanjutnya terserah mereka!
Gimana mencegahnya?
Sebaiknya bagi kalian yang pengguna Twitter, jangan login pada halaman situs yang bukan memiliki alamat twitter.com. Atau sebagai langkah antisipasi lanjutan, lakukan reset Password Twitter Anda.
Nah, kalo aku sendiri santai aja, karena pasti enggak ada Hacker yang bisa nge-hack akun Twitter-ku.
Soalnya....... a k u e n g g a k p u n y a a k u n T w i t t e r !
Sumber tentang Twitter diserang Phising ini ada di sini dan di sini
Oia, Update untuk para fans dan secret admirers (hoek kuadrat):
Aku sudah boleh keramas, karena jahitan di kuping sudah dicabut. Dengan biaya g r a t i s karena sukses TTP ke perawat di RSSA :D . Bahkan sudah sempet jalan-jalan ke Bromo...wow...wow.... Tunggu aja liputannya yah! .. ^_^. .
Label: sok tahu
Minggu, Desember 21, 2008
"persahabatan....bagai kedondong...."

yeah, pastinya bukan itu syair lagu yang dinyanyiin Sindentosca tapi emang kadang-kadang persahabatan itu rasanya asem-asem gimana gitu. seperti buah kedondong.
ada sih emang, saat di mana persahabatan rasanya manis. tapi itu dengan syarat mereka yang bersahabat pada waras semua.
nah kalo yang bersahabat para wong gendeng kayak mel, wak haji n qrewul (aku masuk formasi enggak ya???) bisa-bisa rasanya bakal kayak kedondong!
asem...
asem...
tapi tetep dimakan ajah!
contohnya:
kalo yang lain bilang...."kamu pasti bisa melupakan dia..."
maka, sahabat kedondong bilang...."janc*k, kamu cengeng banget sih..."
kalo yang lain bilang...."aduh, jadi si dia enggak jadi datang ya?...."
maka, sahabat kedondong bilang...."alhamdulillah...ada teman jomblo...."
kalo yang lain bilang...."kamu sama dia cocok banget, kamu harus setia...."
maka, sahabat kedondong bilang...."bagaimanapun juga, tetap cari cadangan kanan kiri yah...."
hahaha....
yah, memang selalu ada waktu saat seluruh dunia terasa seperti rumah sakit jiwa... dan sahabat kedondong-lah pasiennya semata.
selalu ada waktu menghabiskan waktu bersama di sela-sela himpitan kerja dan telepon pacar yang mulai posesif.
selalu ada waktu untuk membahas pedihnya luka hidup....dan menambahkan sedikit garam supaya MAKIN PEDIH, GO***K!!! (woooow!!!!)
he... salam kedondong!
(ditulis untuk mel, wak haji, qre atas imbalan tawa dan camilan di the Kingdom. kapan2, kita tamatkan Kokology- nya.
sedikit update untuk para fans (hoek!):
tadi aku dah ke rumah sakit untuk check kuping. hasilnya: dibersihin doang, disuruh beli resep 145 rebu, dan disuruh balik selasa minggu depan. pertanda enggak keramas lagi 8 hari ke dpan....YES!!!! selamat datang kecoak dan tikus di rambutku....
Gambar dirampok dari: http://www.tokoindonesia.de/catalog/images/A1061-ManKedondong.jpg
Label: duniaku saja








